Selasa, 18 Oktober 2011

In my Class Slideshow Slideshow

In my Class Slideshow Slideshow: TripAdvisor™ TripWow ★ In my Class Slideshow Slideshow ★ to Cirebon. Stunning free travel slideshows on TripAdvisor

Kamis, 29 September 2011

Merah-Putih'Q Slideshow Slideshow

Merah-Putih'Q Slideshow Slideshow: TripAdvisor™ TripWow ★ Merah-Putih'Q Slideshow Slideshow ★ to Cirebon. Stunning free travel slideshows on TripAdvisor

KRONOLOGI PROKLAMASI INDONESIA MERDEKA

6 agustus 1945
Pada tanggal 6 agustus 1945 kota Hiroshima di Jepang di bom oleh Amerika Serikat yang mengakibatkan moral tentara jepang diseluruh dunia menurun.

7 agustus 1945
Sehari kemudian BPUPKI berganti nama menjadi PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau disebut juga Dokuritsu Zyunbi IInkai dalam bahasa Jepang, untuk lebih menegaskan keinginan dan tujuan mencapai kemerdekaan Indonesia.

9 agustus 1945
bom atom kedua dijatuhkan di atas Nagasaki pada tanggal 9 agustus 1945 sehingga menyebabkan Jepang menyerah kepada Amerika Serikat dan sekutunya. Momen ini pun dimanfaatkan oleh Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya.

Soekarno, Hatta selaku pimpinan PPKI dan Radjiman Wedyodiningrat sebagai mantan ketua BPUPKI diterbangkan ke Dalat, 250 km di sebelah timur laut Saigon, Vietnam untuk bertemu Marsekal Terauchi. Mereka dikabarkan bahwa pasukan Jepang sedang di ambang kekalahan dan akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia.

10 agustus 1945
Sutan Syahrir telah mendengar berita lewat radio pada tanggal 10 agustus 1945 bahwa jepang telah menyerahakn diri kepada pihak sekutu. Para pejuang bawah tanah menolak bentuk kemerdekaan yang diberikan sebagai hadiah dari Jepang dan bersiap-siap memproklamasikan kemerdekaan RI. Syahrir langsung memberitahukan tentang dijatuhkannya bom atom di Nagasaki dan bahwa Jepang telah menerima ultimatum dari Sekutu untuk menyerah kepada Chairil Anwar. Berita ini kemudian tersebar di lingkungan para pemuda terutama para pendukung Syahrir.

Sejarah Bendera Merah Putih

  • Pengertian
    Asal kata
    · Bandira / Bandir yang artinya umbul-umbul
    · Bandiera dari Bahasa Itali Rumpun Romawi Kuno.
    · Dalam Bahasa Sangsakerta untuk Pataka, Panji, Dhuaja.
  • Bendera adalah lambang kedaulatan kemerdekaan. Dimana negara yang memiliki dan mengibarkan bendera sendiri berarti negara itu bebas mengatur segala bentuk aturan negara tersebut.
  • Menurut W.J.S. Purwadarminta, Bendera adalah sepotong kain segi tiga atau segi empat diberi tongkat (tiang) dipergunakan sebagai lambang, tanda dsb, panji tunggul.
  • Sejarah
    Bangsa Indonesia purba ketika masih bertempat di daratan Asia Tenggara + 6000 tahun yang lalu menganggap Matahari dan Bulan merupakan benda langit yang sangat penting dalam perjalanan hidup manusia. Penghormatan terhadap benda langit itu disebut penghormatan Surya Candra.
    Bangsa Indonesia purba menghubungkan Matahari dengan warna merah dan Bulan dengan warna putih. Akibat dari penghormatan Surya Candra, bangsa Indonesia sangat menghormati warna merah putih.
    Kedua lambang tersebut melambangkan kehidupan yaitu :
    Merah melambangkan darah, ciri manusia yang masih hidup,
    Putih melambangkan getah, ciri-ciri tumbuhan yang masih hidup,
    Warna Merah Putih dianggap lambang keagungan, kesaktian dan kejayaan.
    Warna Merah Putih itu bagi bangsa Indonesia khususnya bagi rumpun Aestronia pada umumnya merupakan keagungan, kesaktian dan kejayaan. Berdasarkan anggapan tersebut dapat dipahami apa sebab lambang perjuangan kebangsaan Indonesia, Lambang Negara Nasional, yang merupakan bendera berwarna Merah Putih.
    Kemudian bendera Merah-Putih bergelar “Sang” yang berarti kemegahan turun temurun, sehingga Sang Saka berarti berdera warisan yang dimuliakan.
    Makna warna bagi bangsa Indonesia
    MERAH : Gula Merah, Bubur Merah, Berani, Kuat, Menyala, Darah
    PUTIH : Gula Putih, Bubur Putih, Kelapa, Suci, Bersih, Hidup, Getah
  • Tata Krama
    1. Tidak boleh menyentuh tanah
    Logika : Bendera akan kotor
    Kiasan : Tanah merupakan tempat berpijak, maka bila bendera jatuh, seolah-olah menginjak bendera.
    2. Tidak boleh dibawa balik kanan
    Kiasan : Karena negara seperti mundur / kemunduran.

Makna Lambang Korps PASKIBRAKA

  • Untuk mempersatukan korps, untuk Paskibraka Nasional, Propinsi, dan Kabupaten / Kotamadya ditandai oleh lambang korps yang sama, dengan tambahan tanda lokasi terbentuknya pasukan.
    Lambang Korps Paskibraka sejak tahun 1973, dengan perisai berwarna hitam dengan garis pinggir dan huruf berwarna kuning : PASUKAN PENGIBAR BENDERA PUSAKA dan TAHUN 19 … (diujung bawah perisai) berisi gambar (dalam bulatan putih) sepasang anggota Paskibraka dilatar belakangi oleh Bendera Merah Putih yang berkibar ditiup angin dan 3 (tiga) garis horizon atau awan.
    Makna dari bentuk dan gambar tersebut adalah;
  • Bentuk perisai bermakna “Siap bela negara” termasuk bangsa dan tanah air Indonesia, warna hitam bermakna teguh dan percaya diri.
  • Sepasang anggota Paskibraka bermakna bahwa Paskibraka terdiri dari anggota putra dan anggota putri yang dengan keteguhan hati bertekad untuk mengabdi dan berkarya bagi pembangunan Indonesia.
  • Bendera Merah Putih yang sedang berkibar adalah bendera kebangsaan dan utama Indonesia yang harus dijunjung tinggi seluruh bangsa Indonesia termasuk generasi mudanya, termasuk Paskibraka.
  • Garis Horizon atau 3 (tiga) garis menunjukan ada Paskibraka di 3 (tiga) tingkat, yaitu Nasional, provinsi, dan Kabupaten / Kotamadya.
  • Warna kuning berarti kebanggaan, keteladanan dalam hal perilaku dan sikap setiap anggota Paskibraka.
Wassalam,
"Teratai Merah_Putih"

Senin, 19 September 2011

MAKNA LAMBANG ANGGOTA PASKIBRA

 
 
Makna dari lambang tersebut adalah :
  • Lambang berupa bunga teratai yang tumbuh dari lumpur (tanah) dan berkembang di atas air, hal ini bermakna bahwa anggota Paskibraka adalah pemuda dan pemudi yang tumbuh dari bawah (orang biasa) dari tanah air yang sedang berkembang dan membangun.
  • Bunga teratai berdaun bunga 3 (tiga) helai tumbuh ke atas (mahkota bunga), bermakna belajar, bekerja, dan berbakti.
  • Bunga teratai berkelopak 3 (tiga) helai mendatar bermakna aktif, disiplin, dan gembira.
  • Mata rantai berkaitan melambangkan persaudaraan yang akrab antar sesama generasi muda Indonesia yang ada di berbagai pelosok penjuru (16 penjuru arah mata angin) tanah air.
    Rantai persaudaraan ini tanpa memandang asal suku, agama, status sosial, dan golongan, akan membentuk jalinan mata rantai persaudaraan yang kokoh dan kuat. Sehingga mampu menangkal bentuk pengaruh dari luar dan memperkuat ketahanan nasional, melalui jiwa dan semangat persatuan dan kesatuan yang telah tertanam dalam dada setiap anggota Paskibraka.
Wassalam,
"Teratai Merah_Putih"

Noda Paskibra,Bukti Kegagalan Pembinaan Sistem sekuler


Syabab.Com - Memalukan, demikian realitas anak negeri ini akibat sekularisme yang telah mencengkram mereka. Baru-baru ini, menjelang peringatan Kemerdekaan negeri ini, terungkap potret keborokan sebagian pelajar. Mungkin menjadi Paskibra menjadi kebanggaan sebagian pelajar di negeri ini. Tetapi apa yang harus dibanggakan ketika realitas noda paskibra tersingkap. Baru-baru ini terungkap adanya tindakan pelecehan seksual dan kekerasan yang menimpa para pelajar dalam paskibra oleh senior terhadap yuniornya.
Di dalam sistem sekuler--pemisahan islam dari hidup--, peluang perusakkan generasi sangat rentan. Bahkan hal itu terjadi terkadang tersistemetis. Fakta terkait hal ini dapat dilihat di dunia nyata.

Sebut saja, Paskibra, yang dianggap sebagai kelompok elit pengibar bendera, tetapi malah miskin moral. Senioritas memang ciri yang sangat melekat dalam perhimpunan pengibar bendera ini.

Atas nama kedisiplinan dan ketundukan kepada senior, para yunior terjajah hak-haknya untuk dipaksa mengikuti apa pun yang disuruh seniornya. Tanpa pengawasan dari pihak berwenang, tentu hal tersebut sangat berpotensi untuk melakukan tidakan amoral. Terlebih lagi, kerusakkan moral generasi muda hari berada pada titik nadhir yang sangat memprihatinkan.

Ini terbukti, seperti diberitakan oleh beberapa media, diduga selama proses pelatihan dan seleksi tim paskibra DKI Jakarta di Depok, senior melakukan tindakan pelecehan terhadap yuniornya.

Beberapa orang senior dalam Paskibraka wilayah DKI Jakarta, yang sedang dalam tugas melatih serta mengospek Paskibraka Junior Wilayah DKI, diduga melakukan pelecehan seksual terhadap Junior Wanita.

Mereka, para Paskibraka senior didatangi para orang tua dari Paskibraka yunior wanita tersebut dan memarahi serta memprotes mereka. Para orang tua menyesalkan adanya tindakan yang tidak terpuji serta pelecehan yang dilakukan para senior tersebut.

Pada saat berada di rumah pelatihan Paskibraka di daerah Cibubur, para Paskibraka Junior wanita mengaku disuruh telanjang dari kamar ke tempat mandi dan ini selalu dilakukan selama pembinaan yang dilakukan pada bulan Juli 2010 lalu. "Ini yang kami takutkan melanggar moral," ujar A. Ritonga, salah seorang ortu tim paskibra yunior.
Tentu saja, para orang tua yang puterinya baru saja dilantik memprotes keras atas tindakan anarkis para senior paskibra itu. Hal ini dipicu oleh tindakan pelecehan seksual dan kekerasan paskibra senior terhadap yuniornya.

Perusakkan Generasi Menyusup di Sekolah

Ini baru yang terungkap oleh media, yang tidak terungkap bisa jadi lebih banyak lagi hal-hal yang dapat mengancam generasi negeri ini.

Memang, Paskibra sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler di sekolah-sekolah seringkali menuia masalah, terutama bagi generasi puteri Muslim. Atas nama keseragaman, para pelajar puteri Paskibra yang berkerudung dipaksa untuk melepaskan kerudungnya.

Beberapa tahun lalu, di Kediri, Kepala Dinas Pendidikan setempat mengakui telah meminta lima siswi MAN 3 Kota Kediri untuk melepaskan jilbab saat mengikuti seleksi Paskibra dengan alasan keseragaman.

Kadiknas Maki Ali menjelaskan, ketentuan melepaskan jilbab tersebut sudah menjadi ketentuan yang ditetapkan panitia penjaringan pusat.

"Bagaimana lagi wong aturannya demikian. Pelepasan jilbab itu untuk menjaga keseragaman penampilan pasukan pengawal bendera," ujar Maki Ali (detikNews, 2/5/2007).

Bukan hanya dalam pengibaran bendera saja, dalam beberapa perlombaan, Paskibra terkadang memaksa generasi Muslimah melepaskan kerudungnya, sehingga mereka harus mengumbar aurat. Semuanya atas nama keseragaman. Padahal, menutup aurat sudah menjadi kewajiban sebagai bentuk ketaatan seorang Muslimah terhadap perintah Sang Pencipta negeri ini.
Kasus lainnya, ketika para anggota tersebut terdiri dari putera dan puteri, campur baur atau ikhtilath kerap kali mewarnai. Inilah sekali lagi bukti, sistem sekularisme, yakni pemisahan Islam dari kehidupan telah menyebabkan generasi Muda Muslim terancam. Kegagalan pembinaan tersebut telah terbukti menuai perilaku tak bermoral.

Hari ini, kita menyadari serangan untuk merusak generasi muda Muslim terus menerus terjadi. Bila dibiarkan, maka tinggal menunggu waktu saja akan kehancuran negeri ini.

Berbeda halnya, bila sistem Islam menjadi landasan kehidupan, maka tidak akan ada pelecehan seksual dan kekerasan yang menimpa generasi. Tidak seperti dalam sistem sekuler, generasi berani berdosa hanya untuk keseragaman.

Sudah saatya, kaum Muslim menyelamatkan generasi muda mereka dengan Islam saja. Karena hanya dengan pembinaan secara Islam, maka perbuatan nista tersebut tak akan terjadi. Demikian juga, para pemegang kebijakan dan orang tua sudah sepatutnya kembali kepada tatanan Islam. [far/rcti/okezn/dtk/syabab.com]